Thursday, 24 October 2013

Di Balik Semua Cerita "Mencari Sebuah Pengalaman"

            Hari yang mereka tunggu pun tiba. Tepat pada tanggal 30 November Phantom yang akan melaksanakan Audisi itu pun telah di persiapkan secara matang-matang atau Asak. Tetapi mereka berlima terpaksa harus melayang kan surat Izin ke Sekolah. Karena pada tanggal tersebut menunjukan hari senin. Walaupun Kedua orang tua Julia beserta Phantom sempat meragukan kondisi Julia, tetapi tetap, Julia kekeh ingin melanjutkan Tempurnya itu.
“Jul, Lu yakin dengan kondisi seperti ini lu akan tampil maksimal?” Demas
“Yakin lah. Gwa gak mau uang 500 ribu kita itu hangus karena gwa.” Julia
“Dan gwa juga gak mau mengecewakan Kalian Semua. Sia-sia juga kan kita udah latihan secara serius untuk Audisi ini, tapi Audisinya kita Batalin” Lanjutnya
“Oke Deh. Berarti kita semua Siap Berangkat Ok” Rinal
Di perjalanan menuju Bandung pun, mereka semua menyimpan seribu Harapan untuk Audisi tersebut.
            Sesampainnya mereka di Kota Kembang, tepatnya di Central Teater Bandung, terlihat antrian band-band Indie Lainnya. Sesaat Demas mengambil Nomer urut tampil, Phantom berkesempatan untuk tampil di Urutan  88. Hm, angka yang cukup beruntung sekali. Angka 8 dikenal angka yang paling Beruntung dan Abadi. Karena angka 8 tidak akan pernah “PUTUS” dan terus melekat dan menempel. Cukup lama sih menunggu antrian ke 88. Apalagi di audisi tersebut di ikuti oleh band indie sebanyak 150 Band saja.
“Lama juga yah kita nuggu antrian!” Rahman
“Hm sabar aja lah. Masih ada 15 Band lagi untuk menuju ke urutan 88”Amelda
“Dari pada Bete, mending kita agak Preparing dulu sedikit” Rinal
Sambil menunggu antrian, mereka pun sedikit Gladiresik untuk Audisi nanti. Dan band Indie lainnya pun melakukan hal yang sama dengan Phantom.
Phantom pun akan menyanyikan lagu Air Mata Darah, Berdiri Teman, dan Constant Motion dari Dream Theater. Jam 13.30, berhubung nomer antrian sudah sampai pada nomer 87, Phantom pun bergegas menuju Back Stage (Belakang Panggun) untuk bersiap-siap Tampil di atas Panggung.
            Dan tibalah nomer antrian 88, Phantom pun naik ke atas panggung dan langsung menyanyikan ke tiga lagu tersebut. Kurang lebih nsetengah jam, tak terasa mereka pun telah selesai tampil. Dan Band indie yang lainnya pun telah Tapil dengan Sempurna.
            Tepat pada jam setengah delapan malam Juri dari audisi beserta personil Band Muse itu berunding untuk memilah Band mana yang cocok untuk manggung bareng Muse di Wembley nanti. Raut Muka tegang dari Band lain termasuk Phantom pun menemani suasana tersebut.
“Tegang banget nih” Amelda
“Tenagnaja lah Insya Allah kalau Allah mengijinkan kita Menang.” Demas
Para personil Muse pun beserta juri langsung naik ke atas panggung untuk mengumumkan Band mana yang akan di bawa sama Muse ke London untuk manggung bareng Muse.
            Nominasi di sebutkan secara mundur. Dari juara tiga sampai Pertama. Suasana semakin tegang saat juri mengumumkan pemenang.
“Juara Ketiga di raih oleh... Regency Band dari kota Yogyakarta” Juri
“Juara Kedua di raih oleh... Radela Band dari Bandung”
“Semoga kita Juara Pertama KAWAN” Julia
“Dan Juara PERTAMA yang akan di bawa oleh Muse ke London adalah... Pahntom Band dari Sumedang”
“Alhamdulillah ya Allah, kita juara Pertamaaaaa” Rahman
“Yeaaaaah Wembleeeeeeeeeeeey Londoooooon” Amelda
“Amin ya Allah ya robal alamin” Demas
“Dan untuk itu kami persilahkan pada ketiga pemenang untuk naik ke atas Panggung” Juri
            Di atas panggung itu pun mereka tampak senanng sekali. Karena mereka baru pertama muncul di dunia Musik Indie dan Hebatnya mereka bisa terpilih untuk mengisi acara di Wembley London pada Konser band MUSE. Dan Phantom pun akan di berangkatkan oleh Produser Muse sendiri ke Wembley tepat bulan Maret tahun 2010 mendatang.
            Di hari Senin pagi SMP Rintisan Internasional 2 itupun segera melaksanakan Ujian Tengah Semester. Terlihat di kelas Mereka bertiga itu pun tengah sibuk untuk membaca kembali pelajaran yang akan dihadapi. Mereka berlima pun masih tampak senang mengingat momen dan perstasi yang mereka dapat di suatu ajang musik itu. Walau Amelda dan Julia tidak satu sekolah dengan Rinal, Rahman, dan Demas, tetapi mereka tetap merasaa senang.
            Dengan berjalannya waktu, Ujian Akhir Semester itu pun telah usai. Tepat pada hari Jum’at semua sekolah di Kota itu telah selesai melaksanakan kegiatan tersebut. Beruntungnya lagi Rinal, Rahman, dan Demas tidak ada sama sekali pelajaran yang di Remedial. Sungguh Luar biasa sekali. Dan di sisi lain Amelda dan Julia Pun tidak ada pelajaran yang di remedial. Meskipun mereka adalah anak Band, tetapi mereka juga harus tahu bahwa mereka masih duduk di bangku SMP. Maka dari itu, mereka selalu giat belajar walau mereka anak Band.
            Habis sudah sepekan dari hari remedial tersebut. Tepat pada tanggal 27 Desember sang wali kelas Rinal, Rahman, dan Demas pun membagikan Rapot muridnya masing-masing.
“Ya anak-anak Ibu akan membagikan Rapot kalian dan akan mengumumkan ssapa saja yang masuk Ranking sepuluh besar.” Tutur seorang Ibu Mulyani
“Aduh Nal,gwa kira-kira masuk ke ranking berapa Ya?” Demas
“Gak tahu? Gwa juga kira-kira ranking berapa” Rinal
Setelah sang walikelas itu pun membagikan rapot,beliau pun langsung mengumumkan siapa saja siswa di kelas 7F yang masuk sepuluh besar. Dan tidak di sangka,seorang Rinal pun masuk di urutan ranking ke 2. Dalam posisi pertama ada Nuri,terus di tutur oleh Rinal,Dzaky,Derry,Nevirra,Demas,Shendi,Berlian,Intan,Rahman,dan Lusiana. Mereka bertiga masuk ke urutan Sepuluh besar. Sangat senang rasanya jika mendapatkan Ranking yang cukup sempurna. Di samping itu Amelda dan Julia pun Masuk Ranking sepuluh Besar. Tepatnya Amelda di ranking 4 dan Julia di ranking 5.
            Tanggal 29 desember 2009, anak-anak Phantom merencanakan sesuatu untuk merayakan kemenangan Phantom pada saat Audisi tersebut. Mereka berlima pun sedang berada di rumah sang Julia.
“Hey, soal kemenangan kita, nanti kita bikin Perayaan Yuk” Rahman
“Waaaah Setuju tuh. Acaranya apa aja?” Julia
“Hm apa ya? Mas, lu ada Ide gak?” Rahman
“Ya udah perayaannya ada secara Religius dan ada secara Rame-ramean” Demas
 “Boleh juga, jadi kita perayaannya ada ngaji, terus musik, dan ada band juga.”
“Ok ok. Tapi mau kapan?”Julia.
“Malem Tahu Baru aja sekalian.” Rahman
“Waaah Gwa Setuju tuh..”
Disitu pun Demas langsung memberitahukan kepada Amelda dan Rial.
                Setelah mereka memberitakan rencana itu kepada Rinal dan Amelda, mereka pun menetapkan tempat acaranya. Yaitu di Rumah seorangJulia.
                 Demas yang sedang merasakan jatuh cinta kepada seorang wanita itu direncanakan juga. Apa yang di rencanain seorang Demas, sampai-sampai dia niat banget ingin menjadi kekasih si perempuan itu.
“Mah, sini deh. Demas pengen ngomong sesuatu ke Mamah” Demas
“Ngomong apa sih. Kayaknya penting banget.”
“Gini lo Mah, waktu aku lagi di event sekolah aku nabrak seorang perempuan Mah.” Demas
“Terus gimana dong? Pasti berantakan kan barang yang dia bawa?”
“Iya sih. Tapi tahu gak, dia orangnya baik banget lo mah.”
“Kalo dia Baik mau kamu apain?”
“Demas, pengen banget si perempuan itu jadi pacar aku Mah.”
“Weleeeeh. Baru masuk SMP aja kamu udah kayak gini.”
Mamah Demas pun langsung berdiri.
“Tapi Mah dia baik Banget..” Demas
“Kalo dia Baik, kenapa harus lama-lama ngobrol sama Mamah kayak gini?”
“Jadi Boleh Mah?”
“Asal kamu jangan melupakan orang tua, waktu, terutama Pelajaran Ok”
“Aaaaahehey. Makasih Mah. Ntar aku kenal deh sama Mamah.”
Setelah sekian lama Demas dan Mamahnya itu berbicara panjang lebar, akhirnya Demas dapat di perbolehkan untuk mempunyai si perempuan itu. Cuman, sekarang tinggal perjuangan seorang Demas saja yang harus bekerja untuk mendapatkan si perempuan itu.
                Jam 15.00 Tanggal 31 Desember 2009 tepatnya Malam tahun baru Demas pun langsung mengajak jalan-jalan sarah entah kemana dan apa alsan Demas untuk mengajaknya jalan-jalan. Tak lama Demas di perjalanan,Demas pun mengajak ke caffe yang kemarin Sarah kunjungi. Memang, mereka berdua sudah cukup lama berkenalan. Tetapi Tuhan berkata lain untuk Demas. Sehingga Demas pun langsung To the Point pada Sarah.
“Hm De,kan kaka udah pernah nabrak ade waktu di event,terus kaka juga masih punya banyak salah karena udah malu-maluin ade waktu itu. Dan kebetulan ade juga udah bilang bahwa ade udah putus sama pacar ade. Nah sebegai balasannya,kalo ade Mau, Kaka siap kok mengisi kekosongan Ade?” Demas yang begitu PD.
“Hm,soal tabrakan ade juga udah ngasih kaka maaf dari dulu. Tapi ade juga ga sia-sia nikmtain PDKT kaka terhadap ade selama ini. Walau PDKT-nya cuman sebentar,tapi ade udah tahu kok karakter kaka kaya gimana!” Sarah
“Terus gimana? Permintaan Kaka terkabul gak?” Demas
“Soal permintaan kaka, ade sih...!!! 
(Demas pun mulai gugup)
"Ade terima permintaan Kaka” Sarah dengan senyumnya.
"Hm... Makasih yah ade udah Nerima Kaka" Demas
"Iya Ka,Semoga aja kita bisa saling Perhatian..." Sarah
Mendengar itu pun Demas langsung girang dan senang,karena wanita idamanya itu telah ia jadikan Pacarnya yang pertama kalinya Ia rasakan. Tanggal 31 Desember 2009 tepat dengan malam tahun Baru dan acara perayaan kemenangan Phantom mereka pun membangun sebuah percintaan. Hubungan mereka pun berlanjut sampai Berbulan-bulan.

No comments: