Thursday, 24 October 2013

Di Balik Semua Cerita "Mencari Sebuah Pengalaman"

            Hari yang mereka tunggu pun tiba. Tepat pada tanggal 30 November Phantom yang akan melaksanakan Audisi itu pun telah di persiapkan secara matang-matang atau Asak. Tetapi mereka berlima terpaksa harus melayang kan surat Izin ke Sekolah. Karena pada tanggal tersebut menunjukan hari senin. Walaupun Kedua orang tua Julia beserta Phantom sempat meragukan kondisi Julia, tetapi tetap, Julia kekeh ingin melanjutkan Tempurnya itu.
“Jul, Lu yakin dengan kondisi seperti ini lu akan tampil maksimal?” Demas
“Yakin lah. Gwa gak mau uang 500 ribu kita itu hangus karena gwa.” Julia
“Dan gwa juga gak mau mengecewakan Kalian Semua. Sia-sia juga kan kita udah latihan secara serius untuk Audisi ini, tapi Audisinya kita Batalin” Lanjutnya
“Oke Deh. Berarti kita semua Siap Berangkat Ok” Rinal
Di perjalanan menuju Bandung pun, mereka semua menyimpan seribu Harapan untuk Audisi tersebut.
            Sesampainnya mereka di Kota Kembang, tepatnya di Central Teater Bandung, terlihat antrian band-band Indie Lainnya. Sesaat Demas mengambil Nomer urut tampil, Phantom berkesempatan untuk tampil di Urutan  88. Hm, angka yang cukup beruntung sekali. Angka 8 dikenal angka yang paling Beruntung dan Abadi. Karena angka 8 tidak akan pernah “PUTUS” dan terus melekat dan menempel. Cukup lama sih menunggu antrian ke 88. Apalagi di audisi tersebut di ikuti oleh band indie sebanyak 150 Band saja.
“Lama juga yah kita nuggu antrian!” Rahman
“Hm sabar aja lah. Masih ada 15 Band lagi untuk menuju ke urutan 88”Amelda
“Dari pada Bete, mending kita agak Preparing dulu sedikit” Rinal
Sambil menunggu antrian, mereka pun sedikit Gladiresik untuk Audisi nanti. Dan band Indie lainnya pun melakukan hal yang sama dengan Phantom.
Phantom pun akan menyanyikan lagu Air Mata Darah, Berdiri Teman, dan Constant Motion dari Dream Theater. Jam 13.30, berhubung nomer antrian sudah sampai pada nomer 87, Phantom pun bergegas menuju Back Stage (Belakang Panggun) untuk bersiap-siap Tampil di atas Panggung.
            Dan tibalah nomer antrian 88, Phantom pun naik ke atas panggung dan langsung menyanyikan ke tiga lagu tersebut. Kurang lebih nsetengah jam, tak terasa mereka pun telah selesai tampil. Dan Band indie yang lainnya pun telah Tapil dengan Sempurna.
            Tepat pada jam setengah delapan malam Juri dari audisi beserta personil Band Muse itu berunding untuk memilah Band mana yang cocok untuk manggung bareng Muse di Wembley nanti. Raut Muka tegang dari Band lain termasuk Phantom pun menemani suasana tersebut.
“Tegang banget nih” Amelda
“Tenagnaja lah Insya Allah kalau Allah mengijinkan kita Menang.” Demas
Para personil Muse pun beserta juri langsung naik ke atas panggung untuk mengumumkan Band mana yang akan di bawa sama Muse ke London untuk manggung bareng Muse.
            Nominasi di sebutkan secara mundur. Dari juara tiga sampai Pertama. Suasana semakin tegang saat juri mengumumkan pemenang.
“Juara Ketiga di raih oleh... Regency Band dari kota Yogyakarta” Juri
“Juara Kedua di raih oleh... Radela Band dari Bandung”
“Semoga kita Juara Pertama KAWAN” Julia
“Dan Juara PERTAMA yang akan di bawa oleh Muse ke London adalah... Pahntom Band dari Sumedang”
“Alhamdulillah ya Allah, kita juara Pertamaaaaa” Rahman
“Yeaaaaah Wembleeeeeeeeeeeey Londoooooon” Amelda
“Amin ya Allah ya robal alamin” Demas
“Dan untuk itu kami persilahkan pada ketiga pemenang untuk naik ke atas Panggung” Juri
            Di atas panggung itu pun mereka tampak senanng sekali. Karena mereka baru pertama muncul di dunia Musik Indie dan Hebatnya mereka bisa terpilih untuk mengisi acara di Wembley London pada Konser band MUSE. Dan Phantom pun akan di berangkatkan oleh Produser Muse sendiri ke Wembley tepat bulan Maret tahun 2010 mendatang.
            Di hari Senin pagi SMP Rintisan Internasional 2 itupun segera melaksanakan Ujian Tengah Semester. Terlihat di kelas Mereka bertiga itu pun tengah sibuk untuk membaca kembali pelajaran yang akan dihadapi. Mereka berlima pun masih tampak senang mengingat momen dan perstasi yang mereka dapat di suatu ajang musik itu. Walau Amelda dan Julia tidak satu sekolah dengan Rinal, Rahman, dan Demas, tetapi mereka tetap merasaa senang.
            Dengan berjalannya waktu, Ujian Akhir Semester itu pun telah usai. Tepat pada hari Jum’at semua sekolah di Kota itu telah selesai melaksanakan kegiatan tersebut. Beruntungnya lagi Rinal, Rahman, dan Demas tidak ada sama sekali pelajaran yang di Remedial. Sungguh Luar biasa sekali. Dan di sisi lain Amelda dan Julia Pun tidak ada pelajaran yang di remedial. Meskipun mereka adalah anak Band, tetapi mereka juga harus tahu bahwa mereka masih duduk di bangku SMP. Maka dari itu, mereka selalu giat belajar walau mereka anak Band.
            Habis sudah sepekan dari hari remedial tersebut. Tepat pada tanggal 27 Desember sang wali kelas Rinal, Rahman, dan Demas pun membagikan Rapot muridnya masing-masing.
“Ya anak-anak Ibu akan membagikan Rapot kalian dan akan mengumumkan ssapa saja yang masuk Ranking sepuluh besar.” Tutur seorang Ibu Mulyani
“Aduh Nal,gwa kira-kira masuk ke ranking berapa Ya?” Demas
“Gak tahu? Gwa juga kira-kira ranking berapa” Rinal
Setelah sang walikelas itu pun membagikan rapot,beliau pun langsung mengumumkan siapa saja siswa di kelas 7F yang masuk sepuluh besar. Dan tidak di sangka,seorang Rinal pun masuk di urutan ranking ke 2. Dalam posisi pertama ada Nuri,terus di tutur oleh Rinal,Dzaky,Derry,Nevirra,Demas,Shendi,Berlian,Intan,Rahman,dan Lusiana. Mereka bertiga masuk ke urutan Sepuluh besar. Sangat senang rasanya jika mendapatkan Ranking yang cukup sempurna. Di samping itu Amelda dan Julia pun Masuk Ranking sepuluh Besar. Tepatnya Amelda di ranking 4 dan Julia di ranking 5.
            Tanggal 29 desember 2009, anak-anak Phantom merencanakan sesuatu untuk merayakan kemenangan Phantom pada saat Audisi tersebut. Mereka berlima pun sedang berada di rumah sang Julia.
“Hey, soal kemenangan kita, nanti kita bikin Perayaan Yuk” Rahman
“Waaaah Setuju tuh. Acaranya apa aja?” Julia
“Hm apa ya? Mas, lu ada Ide gak?” Rahman
“Ya udah perayaannya ada secara Religius dan ada secara Rame-ramean” Demas
 “Boleh juga, jadi kita perayaannya ada ngaji, terus musik, dan ada band juga.”
“Ok ok. Tapi mau kapan?”Julia.
“Malem Tahu Baru aja sekalian.” Rahman
“Waaah Gwa Setuju tuh..”
Disitu pun Demas langsung memberitahukan kepada Amelda dan Rial.
                Setelah mereka memberitakan rencana itu kepada Rinal dan Amelda, mereka pun menetapkan tempat acaranya. Yaitu di Rumah seorangJulia.
                 Demas yang sedang merasakan jatuh cinta kepada seorang wanita itu direncanakan juga. Apa yang di rencanain seorang Demas, sampai-sampai dia niat banget ingin menjadi kekasih si perempuan itu.
“Mah, sini deh. Demas pengen ngomong sesuatu ke Mamah” Demas
“Ngomong apa sih. Kayaknya penting banget.”
“Gini lo Mah, waktu aku lagi di event sekolah aku nabrak seorang perempuan Mah.” Demas
“Terus gimana dong? Pasti berantakan kan barang yang dia bawa?”
“Iya sih. Tapi tahu gak, dia orangnya baik banget lo mah.”
“Kalo dia Baik mau kamu apain?”
“Demas, pengen banget si perempuan itu jadi pacar aku Mah.”
“Weleeeeh. Baru masuk SMP aja kamu udah kayak gini.”
Mamah Demas pun langsung berdiri.
“Tapi Mah dia baik Banget..” Demas
“Kalo dia Baik, kenapa harus lama-lama ngobrol sama Mamah kayak gini?”
“Jadi Boleh Mah?”
“Asal kamu jangan melupakan orang tua, waktu, terutama Pelajaran Ok”
“Aaaaahehey. Makasih Mah. Ntar aku kenal deh sama Mamah.”
Setelah sekian lama Demas dan Mamahnya itu berbicara panjang lebar, akhirnya Demas dapat di perbolehkan untuk mempunyai si perempuan itu. Cuman, sekarang tinggal perjuangan seorang Demas saja yang harus bekerja untuk mendapatkan si perempuan itu.
                Jam 15.00 Tanggal 31 Desember 2009 tepatnya Malam tahun baru Demas pun langsung mengajak jalan-jalan sarah entah kemana dan apa alsan Demas untuk mengajaknya jalan-jalan. Tak lama Demas di perjalanan,Demas pun mengajak ke caffe yang kemarin Sarah kunjungi. Memang, mereka berdua sudah cukup lama berkenalan. Tetapi Tuhan berkata lain untuk Demas. Sehingga Demas pun langsung To the Point pada Sarah.
“Hm De,kan kaka udah pernah nabrak ade waktu di event,terus kaka juga masih punya banyak salah karena udah malu-maluin ade waktu itu. Dan kebetulan ade juga udah bilang bahwa ade udah putus sama pacar ade. Nah sebegai balasannya,kalo ade Mau, Kaka siap kok mengisi kekosongan Ade?” Demas yang begitu PD.
“Hm,soal tabrakan ade juga udah ngasih kaka maaf dari dulu. Tapi ade juga ga sia-sia nikmtain PDKT kaka terhadap ade selama ini. Walau PDKT-nya cuman sebentar,tapi ade udah tahu kok karakter kaka kaya gimana!” Sarah
“Terus gimana? Permintaan Kaka terkabul gak?” Demas
“Soal permintaan kaka, ade sih...!!! 
(Demas pun mulai gugup)
"Ade terima permintaan Kaka” Sarah dengan senyumnya.
"Hm... Makasih yah ade udah Nerima Kaka" Demas
"Iya Ka,Semoga aja kita bisa saling Perhatian..." Sarah
Mendengar itu pun Demas langsung girang dan senang,karena wanita idamanya itu telah ia jadikan Pacarnya yang pertama kalinya Ia rasakan. Tanggal 31 Desember 2009 tepat dengan malam tahun Baru dan acara perayaan kemenangan Phantom mereka pun membangun sebuah percintaan. Hubungan mereka pun berlanjut sampai Berbulan-bulan.

Saturday, 1 June 2013

Dibalik Semua Cerita "Antara Mereka dan Mereka pt 2"


Dimalam yang sesunyi ini. Seperti bagian lagu dari Peterpan “Kisah Cinta Ku” Rahman dan Demas pun masih memikirkan masalah tersebut.
“Eh Man,Rinal kemana?” Demas
“dia lagi beli nasi goreng.”
Dan mereka..
“Eh Man,tadi pas gwa adu mulut sama Hasanah,dia gak mau lagi kenal sama kita bertiga.”
“Hah biarin aja. Emang yang gwa kenal di kelas itu cuman mereka berempat aja?” Rahman
“Iya sih. Gwa juga berfikirnya kesitu. Tapi gwa cukup sulit buat nyelesaiin ini masalah. Soalnya gwa masuk kedua pihak Man.” Demas
“Lah kalo gitu sih ya lo harus fikirkan lagi sejernih-jernihnya Air.”
“Sulit Man. Mencari jalan keluar itu tidak semudah nyungkil Upil langsung di bulet-bulet.”
“Butuh proses yang agak lama. Apalagi gwa gak mau kedua teman kita itu saling berselisih diantara kita bertiga.” Demas lanjutnya
            Tak lama Julia pun terbangun lemas karena tak sengaja mendengar perbincangan antara Rahman dan Demas.
“Eh Man. Mas. Kalian ,belum tidur?” Julia yang sedikit lemas
“Lia. Kenapa lo bangun? Kan lo masih belum pulih” Rahman
“Ah nggak ko. Santai aja.”
Julia pun di bantu untuk Duduk oleh mereka berdua.
“Eh soal masalah gwa sama Hasanah itu menyangkut ke kalian bertiga Yah?” Julia
“Oh ggak ko. Santai aja. Lagian dia cukup bisa di kendalikan ko” Demas
“Hm gitu. Tapi ini bener ya nggak nyangkut kekalian? Soalnya gwa khawatir,kalo kalian bertiga putus hubungan antara kalian sama temen Lo itu”
Rahman dan Demas pun tertunduk,bahwa mereka bertiga telah tidak mempunyai hubungan kembali dengan Mereka.
“Nggak ko Lia. Lo gak usah khawatir. Nah sekarang lo istirahat lagi aja supaya cepet sembuh ya” Demas
“Ya dah deh kalo gitu. Makasih ya.”
            Rahman dan Demas pun mengantarkan istirahat Julia ke kamarnya. Untuk mencari jalan keluar pasti harus difikirkan dengan sungguh-sungguh. Karena msalah bukanlah hal yang paling mudah untuk di selesaikan. Rinal pun kembali dengan membawa 3 bungkus nasi goreng yang di pesannya. Sambil mencicip pun,mereka bertiga membicarakan masalah itu kembali.
“Nal,sekarang Hasanah dan ganknya itu ogah banget kenal lagi sama kita bertiga” Rahman
“Kenapa?”
“Katanya kita bertiga itu Munafik. Ya kita juga soal tolong menolong teman gak masalah kan?”
“Dan kita bertiga juga memang berposisikan di titik balik Antara Mereka dan Mereka” Demas
“Yah tapi inilah yang kita dapat.” Rahman
“Ya udahlah. Yang jelas kita bertiga udah punya alasan kuat mengenai masalah ini. Dan dengan Kekompakan Persahabatan kita,insya Allah kita akan menemukan jalan keluar dari masalah ini.” Demas
            Sedikit demi sedikit,Rinal cs pun menjalani permasalahan itu dengan tenang. Agar mereka bertiga paham untuk mencari suatu jalan yang benar dari masalah yang di alami Julia yang sampai merambat kepada mereka bertiga. Dan mereka bertigapun sudah mempunyai Penjelasan yang Kuat.
                                                                       
***

            Minggu pagi pun telah tiba. Demas yang pertama bangun pada jam 05.30 itu pun langsung melaksanakan solat Subuh terlebih dahulu. Sesudah itu,ia pun langsung di temani secangkir Kopi hangat dan juga camilan berupa biskuit yang berwadahkan warna kuning. Apalagi sambil membaca koran di kursi teras halaman rumah Julia. Enak rasanya.  Rahman yang terbangunpun langsung menghampiri Demas.
“Hm Mas...” Rahman yang masih ngantuk
“Apa?”
“Kita beli Bubur yuk?”
“Dimana? Emang disini ada yang jual?” Demas
“Ya kita cari aja sambil Jooging” Rahman
“Ya udah. Sebelumnya,lu solat subuh dulu sana. Abis itu baru Jooging
Rahman pun menuruti perintah Demas.
            Setelah Rahman solat,mereka berdua pun langsung berangkat Jooging dan meninggalkan ketiga teman mereka yang masih tidur dengan Pulas. Setelah mereka jooging cukup jauh dari rumah Julia,mereka langsung menemukan tukang bubur yang mereka cari.
“Tuh tukang buburnya!” Rahman sambil menunjuk
Lalu mereka menghampiri tukang bubur itu dan memesan dua mangkok bubur ayam. Setelah menerima pesanannya,mereka pun langsung menyantapnya. Lahap sekali,seperti singa yang sedang memakan seekor zebra. Belum juga habis satu mangkok buburpun,mereka berdua bertemu dengan Hasanah cs.
“Eh ada personil Trio Munafik tuh lagi makan bubur” Hasanah yang sambil menoleh pada mereka berdua.
Tidak lama Rahman dan Demas langsung bergegas pulang. Karena mereka berdua tidak ingin konsumen lain yang membeli bubur tersebut terganggu.
“Haduuuh. Kok pulang lagi sih? Pecundang banget Deh. Haha” Hasanah
Mereka berdua pun tidak memasukan olok-olokan dari mulut Hasanah kedalam telinga mereka. Dan mereka menganggap olok-olokan itu seperti tong kosong nyaring bunyinya.
            Sebenarnya perasaan amarah Rahman sudah menggolak. Hanya saja Demas yang begitu bijaksana melarangnya untuk beremosional di hadapan umum. Diperjalanan pulang ke rumah Julia pun,Rahman masih saja emosi sendiri.
“Ah sialan. Cewek macem apa sih si Hasanah? Kalo dia laki-laki udah gua ajak ribut tuh” Raman
“Udah lah. Tenang aja. Nanti juga ada imbalannya”
“Gimana amu tenang Mas? Apakah lo enak di olok-olok seperti itu?”
“Kalo lo niat tenang dari awal,lo gak akan marah-marah sendiri Man.”
“Terus terang,gwa juga sedikit sakit hati. Tapi untungnya gua bisa kendaliin emosi gua.” Demas
“Tapi wa ingin memberi mereka pelajaran melalui otak gwa secara publikasi di hadapan teman-teman sekelas kita.”
Demas sangat ingin memberi Hasanah pelajaran melalui kebijakannya. Dan mungkin saja Demas ingin memberikan secara lebih kepada Hasanah.
            Gelisah rasanya,bila setiap hari terus di kelilingi oleh permasalahan. Apalagi maslah yang sangat diluar batas. Dengan tekad yang tinggi,Demas pun terus mencari titik inti dari permasalahan itu secara Filsafat.

Tuesday, 14 May 2013

Dibalik Semua Cerita "Antara Mereka dan Mereka" part 1

Sorry Guys,udah lama nih gak Posting lagi noNovel-an hehe.
Sekarang gwa mau Posting lagi nih no-Novel-an gwa Selamat membaca Yah...

  
          Di pagi sabtu bulan september itu,terlihat suasana alam yang begiiiiitu damai dan sejuk. Burung-burung pun terlihat sedang bernyanyi,bungapun tersenyum. Suasana alampun menular kepada jiwa Demas. Demas pun terlihat sangat bahagiaaa sekali. Mungkin saja di hati Demas masih ada serpihan Bahagia tentang cinta?
Demas mulai lekas pergi ke kamar mandi. Dan setelah itu pun Demas langsung sarapan pagi.
“Mah,nanti Demas pulangnya agak sorean yah!”
“Emang mau ada apa?”
“Sekarang Demas ada jadwal latihan Band, Mah”
“Oh gitu. Ya udah tapi jangan terlalu sore. Papah nanti Sore pulang.”
“Wah Papah pulang Mah? Ya udah nanti Demas atur waktunya. Demas Berangkat dulu. Asalamualaikum”
“Wa’alaikumsalam” Ibu Demas.
            Demas sengaja di antar jemput oleh Sopirnya,agar tidak memboros waktu untuk ke sekolah,begitu juga untuk latihan Band. Di perjalanan menuju sekolah pun,Demas menerima telepon entah dari siapa.
“Ya Assalamualaikum?” Demas
“Wa’alaikumsalam Mas,nanti jadwal latihan kan jam 3,kita langsung aja setelah pulang sekolah. Gimana?” Amelda.
“Oke.. Oke.. Tar gwa kasih tau Rinal sama Rahman...”
“Sip... Tapi lu bawa kendaraan ga? Kalo bawa jemput gwa sama Julia. Biar gak ngaret...”
“Ya bawalah. Gwa juga sengaja minta di anterin sama sopir gwa. Biar kagak pulang dulu.”
“Oke.. Ya udah sampai nanti. Assalamualaikum.”
Setibanya Demas sampai di Sekolah,Rinal dan Rahman pun telah menunggu di depan gerbang Sekolah. Dan stelah itupun Demas langsung memberitahu Rinal Dan Rahman tentang hal yang tadi di bahas Demas dengan Amelda.
            Setibanya mereka di Kelas,Rinal,Rahman,dan Demas pun membuatkan sebuah lagu untuk bandnya itu. Dan kebetulan juga,guru yang akan mengajar ke kelas kita sedang sakit. Jadi itulah kesempatan mereka bertiga.
“Nal,kita bikin lagu aja lah? Mungpung gak ada guru. Biar ada kerjaan.” Rahman
“Ya udah judul lagunya apa?”
“Hm,apa ya? Ah ya udah judulnya “Air Mata Darah”. Temanya pengeceewaan. Gimana?” Demas.
“Ya udah lu buat aja dulu liriknya,terus lu setor ke kita.” Rinal.
Setelah demas lama membuatkan liriknya,akhirnya Demas pun menyelesaikan semua lirik lagu itu dengan cepat yang berjudul Air Mata Darah.
            Setibanya Bel istirahat,Rinal,Rahman,dan Demas pun seperti biasa membeli jajanan ke kantin sekolah mereka itu dengan teman-tean yang lainnya. Dan setelah itu mereka pun mencoba mencari nada-nada yang pas untuk lagu ciptaannya mereka tersebut. Mencari sebuah nada itu tidak sebentar,tapi dengan semangtnya,mereka pun menyelesaikan nada-nada yang pas untuk lagu itu cukup cepat.
“Haduh cape juga nih nyocokin nadanya. Lumayan nguras pikiran.” Rahman
“Ah lu Man segitu aja udah cape! Gimana kalu misalkan kita buat Album?” Demas
“Hehe,iya sih,tapi kan kita juga lagi proses ke pembuatan album.”
Mereka pun kembali masuk kelas dan melanjutkan belajar.
            Waktunya pulang sekolah. Yah itulan yang diinginkan Rinal,Rahman,dan Demas,karena mereka sudah tidak sabar untuk latihan band,dan juga memberitahukan lagu tersebut kepada Amelda dan Julia. Mereka bertiga pun lekas masuk ke mobil Demas dan langsung menjemput Amelda dan Julia untuk berangkat Latihan. Setibanya mereka di sekolah Amelda dan Julia,mereka pun cukup lama menunggu mereka berdua dan sampei akhirnya,sekolah mereka berdua pun bubaran.
“Sorry yah agak lama! Tadi gwa di kelas ada acara poto bersama dulu.” Julia
“Oh ya gak apa-apa. Ya udah masuk.” Demas.
Di perjalanan,Rinal pun langsung memberitahukan mereka berdua lirik lagu yang Rinal,Rahman,dan Demas Ciptakan.
“Nih Mel,lagu yang kita buat sewaktu di sekolah.” Rinal.
“Mana coba gwa mau lihat!” Amel.
“Wah dari liriknya keren banget nih. Nanti kasih tahu gwa sama Julia ketukannya gimana oke.” Amel
“Oke nanti aja di Studio.” Rahman.
            Setibanya mereka di Studio,Demas melihat brosur di papan informasi bahwa akan di adakannya audisi Musik.
“Eh Sob,liat deh infonya. Disitu tertulis akan di adakannya Audisi Musik. Band yang memenangkan juara Pertama akan mendapat kesempatan untuk menggung bareng MUSE di Wembley” Demas
“Yang Bener Lu?” Rahman
“Audisinya kapan?” Rinal
“Tanggal 30 November di Bandung” Demas
“Waah, ya udah kita daftar aja dulu. Menang ga menang itu Urusan Nanti” Julia
“Ok ok. Biaya pendaftarannya cuman 500 ribu. Kalo begitu Ayo patungan.” Demas.
Saking Optimisnya, mereka pun langsung mendaftarkan diri untuk ikut Audisi tersebut.
Rinal pun memberitahukan ketukan-ketukan lagunya itu. Sekalian menunggu giliran mereka untuk latihan Band. Amel dan Julia pun masih agak susah mencerna lagu itu,tapi mereka semua pun mengulik lagunya sewaktu mereka latihan band. Kebetulan Demas memesan jadwal latihan dengan durasi waktu 2 jam,supaya mereka bisa membagi waktu untuk mengulik lagu,mengkombinasikan musik,dan latihan biasa.
            Hari mulai gelap,matahari itu pun telah pergi entah kemana meinggalkan dunia. Mereka pun latihan band dari jam lima sore sampai jam tujuh malam. Walau mereka kemalaman untuk latihan,tetapi mereka tidak patah semangat untuk latihan bandnya. Apa lagi,mereka harus membawakan dua buah lagu ciptaan mereka dan satu buah lagu dari band papan atas lainnya untuk mengikuti kompetisi yang mereka ikuti.
“Ayo,sekarang giliran kita untuk latihan...” Demas
            Disanalah mereka memulai latihan untuk kompetisi nanti. Lagu Air Mata Darah dan lagu Berdiri Teman pun mereka perdalami. Sengaja mereka memberikan sedikit sentuhan aliran yang cukup rumit pada dua lagu tersebut,agar lagu tersebut tidak terdengar bosan oleh para Audien nanti.
“Sob,sekarang kita cobain tuh lagunya. Soal aramsmen yang kurang enak,itu belakangan aja. Sekarang.mah kita coba dulu aja dengan aransmen yang ini!” Rahman.
            Mereka pun latihan sampai hampir larut malam karena Studio bandnya itu penuh terus. Sesudahnya mereka latihan,tepatnya jam 20.00,mereka pun langsung pulang ke rumah masing-masing diantarkan oleh mobil pribadi Demas. Pertama Demas nganter Julia terlebih dahulu.
“Makasih Mas udah nganterin gwa. Kalian semua mau mampir dulu ga?” Julia
“Ah ga usahlah makasih. Lagian ini udah malem. Besok juga kita harus latihan lagi.” Amel
            Sesampainya julia di rumahnya,dia pun sempat merasa pusing. Memang,seorang julia mempunyai penyakit yang tidak pernah dia publikasikan kepada teman-temannya termasuk anak-anak dari Phantom terkecuali orang tuanya. Setibanya di ruang tamu,Julia pun langsung tergeletak jatuh dan meneluarkan darah dari hidungnya.
“Papah.papah,julia pingsan Pah!” Ibu julia yang begitu panik.
Kedua orang tua Julia pun harus membawa Julia ke Rumah sakit untuk di perikas lebih lanjut. Setelah sampai di RSUD terdekat,Julia pun langsung diperiksa. Dan katanya (Dokter) Menyatakan bahwa penyakit Julia yang di idapnya selama 1 tahun itu kambuh kembali.
“Hm Bu,Pak,penyakit ginjal anak ibu telah kambuh lagi.” Pak Dokter.
Ibu julia pun mulai terasa khawatir karena dengan membiarkan ginjal sang anaknya itu tetap sedemikian,maka Julia pun tak akan lama. Smentara belum ada orang yang cocok dengan ginjal Julia.
            Keesokan harinya Anak-anak Phantom tahu bahwa Julia masuk Rumah Sakit,mereka semua pun terpaksa mengundurkan jadwal latihan. Dan mereka semua pun langsung Menjenguk Julia. Setibanya di RSUD...
“Tante,gimana keadaan Julia sekarang?” Ujar Amel
“Lumayan,tapi sekarang Ibu belum cari siapa orang yang mau menolong atau yang rela mendonorkan ginjal pada Julia” Ibunya sambil menangis
“Ya sudah Bu,biar aku saja yang mendonorkan ginjal aku. Kebetulan Julia punya golongan darah yang sama dengan anu.” Rahman
“Lu serius Man?” Demas
“Iya gwa serius. Kita gak tega kan kalo lihat julia terus-terusan kayak gini?”
“Ya udah. Semoga cocok bro.”
            Mereka semua pun saling mendo’akan Julia dan Rahman. Ya mereka semua cuman memberikan Do’a dan Harapan saja kepada mereka berdua. Cukup lama kami menunggu dan mematung di ruang tunggu,akhirnya Rahman telah selesai pencabutan ginjalnya dan tinggal mengoperasikan kepada Julia. Kami melihat prosesi operasinya di kaca jendela besar di dekat ruang tunggu. Kami bersedih,haru,khawatir,dan juga kasihan melihat Julia. Tiga jam berlalu,Julia pun minta unutk di rawat di Rumahnya saja. Tapi di luar itu,ada yang tidak di ketahui oleh Rinal,Rahman,dan Demas. Yaitu permasalahan antara Julia dengan Teman sekelas mereka bertiga. Entah kenapa di Loby bawah,Hasanah teman sekelas Rinal cs pun beserta Ganknya pun datang dan langsuk mengolok-olok Julia yang dominan mempunyai permasalahan antara mereka.
“Haduh ini anak manja banget sih. Ngapain juga si Rahman mau-maunya ngedorong kursi rodanya dia.” Hasanah
“Jaga omongan lo ya Has!” Rahman yang terbawa emosi.
Demas yang sedang membicarakan hasil analisis operasinya dengan suster,tidak segan Demas pun langsung memisahkan Rahman.
“Heh Man udah dong jangan ke bawa emosi...” Demas
“Gimana gak emosi Mas? Dia udah ngatain Julia” Rahman
“Ya udah soal ini gwa yang tangani. Sekarang kalian masuk aja ke mobil. Nanti gwa nyusul.”
Setelah itu..
“Has,ada masalah apa sih sama Julia?” Demas
“Mas asal kamu tahu aja. Cewe itu udah merebut cowok gwe Mas!” Hasanah
“Hah. Cuman itu doang? Hasanah,hasanah,kamu tuh ya cuman gara-gara cowok di rebut aja udah emosian gak jelas,apalagi harga diri lo yang di ambil sama Julia?”
Demas begitu serius untuk memperbaiki jalan yang tidak benar.
“Denger Has,cowok itu bukan hanya Danu. Masih banyak di luar sana.” Demas
“Tapi Mas,apakah lo gak sakit kalaau pacar lo di rebut sama orang?”
“Yah kagak lah. Gwa tuh gak harus khawatir kalo soal kayak gitu.mah. Lagian nanti juga pacar gwanya aja yang Sadar diri lagi.” Demas
            Mereka berdua terus berbicara pangjang Lebar. Seperti halnya Kudanil yang sedang Menguap. Tapi di situ Demas tidak tinggal diam untuk memetulkan masalah tersebut.
“Mas,apa lo mau terus-terusan bela Julia atau membela gwa temen sekelas lo?” Hasanah.
“Asal tahu aja ya,kalian semua sudah menganggap gwa Kaka kalian semua. Kalian semua nilai diri gwa ini orang yang Bijak,penengah, Tapi apa kenyataannya,lo gak pernah sama sekali nurut omongan gwa. Sementara omongan gwa tuh udah terangkum di otak gwa untuk kebenaran kelas kita. Termasuk masalah ini”
“Tapi gak harus membela orang lain kan?”
“Emang,tapi kan Dia juga teman baru gwa Has. Apa boleh buat?”
“Munafik lo Mas. Ternyata lo lebih memilih Julia ketimbang kita”
Perdebatan mereka pun hampir tersimak oleh pelayat dan pasyien di RS itu.
“Dari tadi juga gwa udah mempertengah masalah kalian sama Julia. Tapi kaliannya aja yang gak mau sabaran.” Demas
“Ah udahlah Mas,gwa sama temen gwa gak mau lagi kenal sama Lo,termasuk Rahman dan Rinal beserta dua cewek ganjen itu” Hasanah
“Terserah. Tapi sebelumnya gwa berterimakasih pada kalian yang telah menilai gwa Positif waktu dulu.” Demas
“Gwa Cabut dulu yah...” Lanjutnya
            Menjelang sore,mereka pun langsung mengantarkan Julia kerumahnya. Dan menginap di rumah Julia agar dapat membantu Ayah dan Ibu Julia untuk mengurusnya. Memang masalah itu lebih baik di sselesaikan dengan cara Otak,bukan dengan cara Fisik. Jika seseorang menyelesaikan masalah dengan Fisik,kapan beresnya. Tapi kebalikannya menyelesaikan dengan cara Otak,dapat mudah beres. Tetapi tidak semua,seperti masalah yang di landa Julia dan Hasanah yang menyangkut Rinal,Rahman,dan Demas.